Perjuangan Cinta Mustafa dalam Naungan Ridho Allah
dan Rasul-Nya
dan Rasul-Nya
Judul buku : Atas Nama Cinta
Pengarang : Wahyu
Sujani
Penerbit
: DIVA Press
Terbit
: Oktober 2008 (cetakan pertama)
Tebal
: 434 halaman
Adakah nikmat kehidupan yang lebih mulia
dan indah daripada cinta yang telah direstui Allah dan Rasul-Nya? Seisi alam
semesta turut bahagia menyaksikan kebahagiaan itu. Ini baru setitik nikmat yang
berasal dari satu Asma Allah yang diturunkan untuk dunia. Kalimat - kalimat ini
adalah salah satu ungkapan yang bermakna di dalam novel ini.
Berlatar belakang kehidupan seorang
Mustafa Ar-Rahman yang tinggal di keluarga yang tidak harmonis karena ayah dan
ibunya selalu bertengkar. Walaupun berakhir dengan hal yang romantis. Hal ini
terjadi karena ayah Mustafa adalah seorang pengangguran sejak di PHK dari
pekerjaannya sebagai pilot. Sedangkan ibunya harus menafkahi kelurga yakni
bekerja di malam hari. Mereka selalu bertengkar karena sang ayah pengangguran yang hanya bisa mabuk dan berjudi saja sedangkan sang ibu selalu pulang malam
diantar oleh laki-laki yang berganti - ganti. Walaupun sebenarnya ia
tidak hanya bekerja di tempat biliar melainkan juga sebagai pelacur yang
suaminya tahu akan hal itu sedangkan anaknya belum tahu karna belum mendapat
bukti sehingga jika ayahnya sedang memukul ibunya Mustafa selalu membela.
Mustafa merupakan anak semata wayang
dari Komar dan Maemunah. Ia lulusan fakultas sastra salah satu universitas
negeri di Bandung. Kerja Mustafa adalah membuat karajinan tangan berupa
miniatur alat transportasi dan lain-lain di Bengkel Seni yang terdapat di
belakang rumahnya. Ia juga menulis artikel-artikel tentang islam. Mustafa
mempunyai seorang kekasih bernama putri yang ternominasi sebagai Calon Putri
Indonesia. Mustafa tidak setuju dengan keinginan putri karena putri pasti akan
memperlihatkan auratnya. Tapi Mustafa tidak bisa menahan putri karena itu
adalah keinginanya dan orang tuanya pun menyetujui. Tanpa disangka ternyata
Putri menghianati cinta tulus dan suci Mustafa dengan melakukan hal yang
dilaknat Allah dengan Arul didepan mata Mustafa meski Putri tidak menyadarinya.
Mustafa pun melepaskan Putri dari hidupnya.
Sueb sahabat dekat Mustafa mengajak
Mustafa pergi ke pesta ulang tahun Wanda teman mereka saat kuliah. Mustafa
menerima ajakan itu karena bujukan Sueb sebagai tanda menghormati Wanda.
Sebenarnya Mustofa tidak suka karena pesta tersebut diadakan di diskotek. Tidak
berapa lama Mustafa disana dan pamit pulang. Di jalan ia bertemu seorang gadis
bernama Laila yang duduk tak jauh darinya yang sedang menelepon dan
memutuskan kekasihnya. Tak di sangka Mustafa bertemu lagi dengan Laila di
tempat yang berbeda yang membuat mereka menjadi dekat dan saling mencintai.
Saat bersama dengan Laila ia mendapat pekerjaan membuat patung kuda pegasus
ukuran asli di rumah ibu Aisyah.
Rahasia di dalam kehidupan Mustafa
pun terbuka. Ternyata ia adalah anak ibu Aisyah yang 27 tahun lalu dikira mati
bersama suami ibu Aisyah. Ternyata anak itu tidak mati. Ia diselamatkan oleh
pilot pesawat yaitu Komar ayah angkat Mustafa yang tidak mempunyai anak.
Mustafa dibesarkan dengan penuh kasih sayang sampai akhirnya orang tua
angkatnya berubah menjadi tidak harmonis lagi. Namun saat Mustofa
diberitahu oleh ayahnya yang sedang berada di penjara bahwa ia anak dari ibu
Aisyah. Mustafa merasa bahagia sekaligus sedih. Mustofa merasa bahagia
karena seorang ibu yang di idamankannya ternyata adalah ibu kandungnya. Tetapi
ia juga merasa sedih karena hal ini terungkap disaat ia sedang sekuat tenaga
dan segenap jiwa menyadarkan ibunya dari tingkah lakunya yang jelek dan
tengah mengidap penyakit yang dilaknat Allah yaitu HIV/AIDS.
Perjalanan cinta Mustafa selalu
tidak sesuai dengan apa diharapkannya. Setelah Mustafa disakiti dengan
penghianatan yang dilakukan Putri. Seorang yang terindah yang menggantikan
Putri dalam hidupnya yakni Laila dijodohkan oleh orang tuanya. Namun atas
nama cinta dengan keyakinan Mustafa menyerahkan segalanya kepada Allah. Dengan
ketabahan dan ketawakalan Mustafa sehingga ia diberikan jalan yang
terbaik dari Asma Allah. Atas paksaan Laila yang selalu mengatakan Mustafa
tidak menepati janji karena saat bersama Laila, Mustafa pernah berjanji akan
melamarnya sehingga Mustafa mendatangi orang tua Laila. Saat menemui orang tua
Laila, Mustafa mengungkapkan cerita kehidupan Rasulullah yang membuat orang tua
Laila tersentuh hatinya dan merestui hubungan Mustafa dan Laila. Mustafa dan
Laila pun menikah dan hidup dengan bahagia bersama anaknya yang bernama
Muhammad ar-Rayyan, nama yang diberikan orang tua kandung Mustafa kepadanya
sewaktu ia kecil.
Novel ini merupakan novel religius
yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan nyata yang mungkin sulit
untuk dijalani dengan ikhlas. Di dalam novel ini terdapat banyak puisi indah
yang mengungkapkan perasaan dan suasana hati penulis. Banyak keunikan di
dalamnya yakni diselipkannya kata-kata khas Bandung yang merupakan tempat
tinggal penulis namun tetap diberikan artian yang di letakkan di bawah halaman.
Novel ini juga penuh motivasi dan hikmah tentang perjuangan hidup yang penuh
gejolak jiiwa, pikiran, emosi, dan sederet naluri manusiawi dalam meraih
kesucian dan kemuliaan diri. Sebuah potret kehidupan yang sepenuhnya takzim
bersimpuh di haribaan Sang Maha Kasih, Allah ‘Azza wa Jalla. Kertas yang digunakan novel ini bagus karena tidak
buram dan tulisannya indah namun tetap terbaca sehingga pembaca tidak bosan
membacanya. Cover novel ini lumayan menarik walaupun ada tulisan yang tidak
jelas terbaca dikarenakan warna cover yang tidak sesuai dengan warna tulisan.
Selain itu novel ini lebih banyak menceritakan tentang kehidupan keluarga tokoh
utama yakni Mustafa dari pada kehidupan cintanya yang merupakan pokok pemikiran
novel ini.
Novel ini cocok dibaca oleh orang
dewasa yang belum menikah yang sedang mencari cinta agar mereka senantiasa
mengikuti perjalanan cinta Mustafa dan Laila dengan menjaga kesucian dan
kemuliaan hidup mereka dalam naungan ridho Allah dan Rasul-Nya.
*Penulis resensi : Yuhelensi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar